Home / Advertorial / BENARKAH TAHUN 2020 AKAN TERJADI RESESI EKONOMI GLOBAL?

BENARKAH TAHUN 2020 AKAN TERJADI RESESI EKONOMI GLOBAL?

Bagaimana Prediksi Iklim Usaha Tahun 2020?

Banyak pengamat ekonomi yang memprediksi bahwa resesi ekonomi global akan terjadi tahun 2020.

Sejauh mana kebenaran bahwa resesi ekonomi – yang dapat berpotensi menjadi depresi ekonomi — tersebut benar-benar terjadi?

Beberapa ahli mengungkapkan adanya data pendukung seperti pernyataan dari United Nation Conference on Trade And Development (UNCTAD), sebuah lembaga yang bernaung dibawah UNESCO atau PBB yang mencermati beberapa hal seperti; memanasnya tensi perang dagang antara Amerika dan China, bahkan sekarang mulai terjadi babak baru perang dagang antara Amerika dan Eropa, pergerakan mata uang dunia yang fluktuatif, peningkatan hutang korporasi, brexit tanpa kesepakatan, dan kurva yield obligasi Amerika yang terbalik.

Sementara itu Absolute Strategy Research, sebuah lembaga riset independen melakukan survey terhadap lebih dari 200 lembaga yang mengelola keuangan senilai 4,1 trilliun Dollar Amerika, melaporkan bahwa peluang terjadinya resesi meningkat hingga 52% pada tahun 2020.

Jika semua prediksi tersebut betul-betul terjadi, tentu saja hal ini akan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia sendiri. Bahkan menurut Oxford Economics, Indonesia menjadi salah satu dari 10 besar negara yang akan terdampak.

Bagaimana kita selanjutnya?

Apa sikap dan langkah antisipatif yang akan kita tempuh? Resesi ekonomi global yang terjadi tentu akan memberikan dampak buruk pula terhadap perekenomian nasional. Produk domestik bruto akan menurun, konsumsi akan menurun, pengangguran makin bertambah seiring dengan meningkatnya pemutusan hubungan kerja.

Jika kita sebagai karyawan, tentu menjadi cemas akan ancaman PHK; jika kita pengusaha, tentu juga tidak kalah cemasnya karena akan mengalami ancaman penurunan hasil penjualan. Lalu, apa yang seharusnya kita lakukan?

Sederhana. Kita harus memiliki sebuah bisnis anti krisis. Salah satu bisnis yang patut untuk dipertimbangkan adalah bisnis didunia pasar uang atau perdagangan valuta asing yang lebih dikenal dengan foreign exchange. Ya, karena bisnis perdagangan valuta asing itu adalah bisnis anti krisis atau anti resesi. Sebagai bagian dari sebuah bisnis, trading forex sendiri tumbuh secara pesat.

Saat ini diperkirakan volume perdagangannya mencapai angka diatas 5,1 trilyun US Dollar. Ini artinya, kurang lebih sekitar 5 sampai dengan 6 kali volume perdagangan saham.

Inilah rahasia yang membuat orang kaya menjadi semakin kaya.
Hal ini karena uangnya selalu beranak-pinak.

Warren Buffet, salah satu manusia terkaya sejagad mengatakan; “Jika Anda belum dapat menghasilkan uang selagi tidur, itu artinya Anda harus bekerja sampai mati.” Ya, bisnis trading forex adalah cara instant untuk dapat menghasilkan keuntungan.

Apa Syarat Untuk Menjadi Seorang Trader?

Permasalahan yang muncul adalah, ketika seseorang ingin menjadi trader professional di pasar valuta asing ini, Ia harus memiliki keterampilan atau “skill”.

Tidak sedikit mereka harus terlebih dahulu mengalami kerugian atau bahkan kehilangan modalnya. Hal ini pula yang pada akhirnya seringkali membuat orang yang coba-coba menjadi trader “kapok”. Dan memang untuk memiliki “skill” yang tinggi, harus diimbangi dengan pembelajaran.

Sebenarnya, beberapa cara untuk menghindari resiko kerugian dalam trading. Salah satunya adalah dengan menggunakan bantuan sebuah software robot atau lebih sering disebut robot trading, yang akan melakukan transaksi trading secara otomatis.

Hal kedua yang harus dimiliki untuk menjadi seorang trader professional adalah waktu. Artinya, ada waktu khusus yang harus dialokasikan setiap hari sehingga seseorang bisa menjadi trader yang piawai. Ini biasanya yang menjadi kendala bagi mereka yang sibuk.

Biasanya, seseorang yang super sibuk tetapi ingin tetap bisa trading, lebih memilih menggunakan software robot atau robot trading.

Yang ketiga dan yang tidak kalah pentingnya adalah pengendalian emosi. Dalam trading, emosi memiliki peranan yang sangat besar.

Hampir kebanyakan trader yang hebat sekalipun, sering kali mengalami kerugian karena tidak mampu mengendalikan emosinya dengan baik.

Saat mengikuti kelas pelatihan, biasanya kita akan diajarkan untuk mengerti dan menguasai 3 M.

Yang pertama adalah Mind (Manajemen Pikiran), yang kedua adalah Method (Manajemen Strategi) dan ketiga adalah Money Management (Manajemen Keuangan).

Tetapi perlu dicatat bahwa pada praktiknya, tetap saja pengendalian emosi memiliki peranan paling besar. Hal demikian hanya bisa diajarkan, tetapi harus diakui sulit untuk dijalankan.

Beberapa faktor emosi misalnya; keraguan, ketidakberanian dan ketamakkan yang biasanya menjadi hambatan.

Pada umumnya, untuk mereka yang tidak bisa menguasai hal demikian, ia akan menyerahkan sepenuhnya pula pada sebuah software robot atau robot trading. ~ Bersambung.. ~ Robot Trading Apa yang Anda Butuhkan.. Baca Pada Ulasan Selanjutnya.. (ADV.)

About asep

Check Also

Perusahaan Penyedia Jasa Profesional Interior Design Ruang Hunian Atau Kantor Tempat Bisnis Anda

SUARAKU1.COM, – Sebagai salah satu perusahaan yang menyediakan jasa profesional interior design, BlackWood Interior Design …

Leave a Reply

%d bloggers like this: