Home / News / Gubernur DKI Tetap Kokoh Karena Didukung Para Tokoh dan Politisi Busuk

Gubernur DKI Tetap Kokoh Karena Didukung Para Tokoh dan Politisi Busuk

Oleh: Asep Erwin

Buruknya kinerja Anies dan Bocornya APBD DKI yang luar biasa karena banyaknya proyek akal-akalan membuat warga DKI dan publik pada umumnya jengah melihat apa yang terjadi dengan DKI Jakarta pimpinan Gubernur Anies Baswedan.

Banyak fakta dan bukti nyata kebocoran APBD DKI karena proyek akal-akalan tapi tak satu pun bisa tersentuh hukum.

KPK yang bisa di harapkan sudah jelas dari sejak dulu karena penyidik Novel Baswedan dan para pegawai lama masih memiliki peran yang luar biasa, maka KPK tidak akan menyentuh soal kebocoran APBD DKI. KPK daripada mengurusi yang ada di depan mata, lebih baik mengurusi kepala-kepala daerah yang jauh dari luar Jakarta, dengan korupsi ecek-ecek hanya ratusan juta, bahkan puluhan juta. Setuju, berapa pun nilai korupsi semua harus ditindak, yang jadi masalah yang di depan mata kebocoran APBD DKI bisa mencapai triliunan didiamkan, kan kacau ini KPK.

Polisi pun tidak bisa di harapkan, begitu juga kejaksaan yang pimpinan jaksanya dari orang partai yang menentang hukuman mati bagi koruptor.

Para pejabat anggota DPRD DKI dari partai- partai penguasa hanya sibuk bersandiwara karena mereka bagian dari yang membuat bocornya anggaran DKI Jakarta.

Menteri dalam negeri yang diharapkan publik berani, ternyata hanya banyak wacana, tapi tidak berani bertindak atas ketidak beresan kepemimpinan Gubernur DKI. Menteri dalam negeri tidak berani karena memang faktanya di DPRD sekarang Anies di dukung partai terbesar PDIP dan Gerindra. Termasuk partai-partai besar lainnya seperti Golkar dan Nasdem. Jadi, untuk di DPRD DKI ini dari partai mana pun memang sudah terlanjur korup sejak di era-era sebelum Gubernur Anies. Sehingga, kalau di era Ahok mereka getol nyerang Ahok bahkan maunya memakzulkan Ahok karena mereka tidak bisa korupsi. Di era Anies ini mereka diam-diam saja, paling kalau sekali-sekali ada kritikan itu hanya sandiwara, alias basa-basi. Makanya, kalau masih ada publik yang percaya sama basa-basinya pejabat DPRD DKI dari partai lama dan penguasa kasihan sekali.

Bahkan, presiden Jokowi pun sekarang ini jadi tidak berani terhadap gubernur Anies ini, jangankan menindak tegas dan keras, menegur saja tidak. Pada kasus banjir saja malah ikut membantu alias turun tangan dengan tanpa memberikan peringatan keras ke Anies atas ketidak becusan kerjanya, sehingga Jakarta mengalami banjir terparah selama ini.

Kenapa Jokowi tidak berani, ya karena di DPRD DKI dikuasai partai terbesar PDIP dan Gerindra. Terlebih saat ini PDIP dan Gerindra sedang akur-akurnya, bahkan di kabinet Jokowi ada Prabowo. Itulah yang menyebabkan Jokowi tidak berani bertindak terhadap Gubernur Anies.

Anies pun tetap melenggang karena di dukung para tokoh dan politisi busuk.

About asep

Check Also

Gubernur Anies yang Bernafsu Ingin Jadi Presiden (Bahkan Sudah Merasa Presiden/ Gubernur Indonesia). Mungkinkah Karena Dendam!?

Penulis: Asep Erwin Sang Gubernur ini mantan pecatan Menteri Pendidikan. Hasil dari evaluasi Presiden ketika …

Leave a Reply

%d bloggers like this: