Home / Properti / Profil / Kris: Kesehatan Karyawan Jadi Nomor Satu, dan Bisnis Harus Tetap Berjalan

Kris: Kesehatan Karyawan Jadi Nomor Satu, dan Bisnis Harus Tetap Berjalan

Kris Banarto, biasa di panggil Kris adalah pelaku properti yang terus berkarya dan berkarir di perusahaan besar ternama Gapuraprima Group.  Dimulai sejak tahun 2004 – 2005 dengn posisi sebagai Sales Manager untuk proyek Bukit Rivaria Sawangan &  Depok Maharaja, dan tahun 2005 – 2007 menjadi Sales Manager untuk proyek Taman Kota Bekasi. Kemudian dari tahun 2007 hingga saat ini Kris Banarto sebagai GM Sales & Marketing untuk Bukit Cimanggu City & Garden Ville Pamoyanan. Semua proyek yang digawangi Kris Banarto adalah merupakan proyek-proyek dari perusahaan properti besar dan ternama Gapuraprima Group.

SUARAKU1.COM – Pada 26 Maret 2020 redaksi suaraku1.com melakukan interview dengan salah seorang pelaku properti dari perusahaan besar dan ternama Gapuraprima Group. Berikut ini petikan wawancara Redaksi suaraku1.com, Asep Erwin dengan Kris Banarto, GM Sales & Marketing Bukit Cimanggu City (BCC) & Garden Ville Pamoyanan (GVP).

Pak Kris bisa diceritakan kenapa bapak memilih berkarya atau berkarir di Gapuraprima Group ?

Karena saya melihat perusahaan Gapuraprima Group merupakan perusahaan besar dengan proyek yang lengkap dan tersebar di Jawa & Bali. Ada landed houses, apartemen, office building, mall & hotel yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cilegon, Anyer, Bandung & Bali. Perusahaan ini masih growth dan membutuhkan banyak orang punya komitmen dan dedikasi untuk dapat memajukan dan memperbesar bisnis. Singkat kata perusahaan ini masih terbuka peluang bagi karyawan yang ingin maju. 

Oh Iya pak, bagaimana menurut pak Kris kondisi saat ini dunia usaha setelah terjadinya wabah corona yang melanda Indonesia  ?

Saya melihat terjadi perubahan perilaku konsumen, karena banyak executive yang bekerja dirumah (work from home), sehingga terjadi  peningkatan 10% pengguna internet. Disini kita harus merubah strategi marketing dengan memperbanyak campaign di media online, karena akan lebih banyak dilihat konsumen dibandingkan dalam kondisi normal.

Saat kondisi darurat karena virus Covid-19 sudah menjadi pandemi dan menjalar di hampir 200 negara, maka ekonomi menjadi lesu dan terjadi krisis. Kalau kita menyimpan rupiah terlalu banyak akan tergerus nilai uangnya karena terjadi pelemahan rupiah dari Rp 13.000,-an menjadi Rp 16.500,- per 1 USD dan terjadinya inflasi.

Selain itu, karena adanya pelemahan daya beli masyarakat maka banyak developer yang menahan harga bahkan memberikan tambahan diskon dan bisa jadi terjadi penurunan harga di secondary market, maka disaat harga properti pada titik terendah, sebenarnya saat yang tepat konsumen untuk membeli properti, its time to buy !

Pada Quarter IV tahun 2019 sudah mengalami penurunan penjualan, dan di perediksi pada Quarter I dan II tahun 2020 masih terjadi penurunan, karena banyak orang menahan pembelian, tetapi ketika Covid-19 berakhir, bisa jadi pada Quarter III dan IV tahun 2020 akan terjadi kenaikan harga, karena banyak orang akan melakukan pembelian setelah menahan untuk beli dalam rentang waktu cukup lama yaitu pada Quarter IV tahun2019 sampai dengan Quarter II tahun 2020.

Dengan penjualan proyek-proyek perusahan bapak sendiri imbasnya seperti apa dengan adanya wabah corona di 2020 ?

Pada bulan Januari – Februari 2020 masih stabil malah terjadi peningkatan (year on year), minggu pertama dan kedua bulan Maret juga masih stabil tetapi pada minggu ketiga dan keempat bulan Maret banyak yang pending, walaupun konsumen sudah melakukan reservasi.

Apakah ada koreksi target di 2020 setelah terjadinya wabah coronan ini ?

Untuk sementara ini belum ada koreksi target masih menunggu sampai bulan April, tetapi pada semester kedua tahun ini saya optimis akan terjadi recovery dan terus meningkat sampai tahun 2021.

Bagaimana pak Kris menyikapi kejadian ini, agar dunia usaha atau perusahaan bapak tetap bisa berjalan dengan baik ?

Kita melakukan efisiensi di internal perusahaan, memberikan kemudahan pembayaran kepada konsumen, memberikan subsidi uang muka dan cash back kepada para pembeli.

Pembangunan terus jalan khususnya pekerjaan – pekerjaan outstanding dan pembangunan untuk menyiapkan stock pada semester 2 tahun 2020.

Apakah bapak punya strategi khusus dalam melakukan penjualan pada saat kondisi wabah virus corona melanda ini ?

Pertama, memaksimalkan work from home dengan terus komunikasi baik dalam satu divisi maupun antar divisi. Kedua, dalam bidang marketing merubah promosi offline menjadi online. Ketiga, dalam bidang keuangan mempercepat pencairan yang masih tertunda dari bank, misalnya percepatan progress pembangunan supaya mendapatkan termin pencairan dari bank dan percepatan konsumen untuk melakukan Serah Terima Bangunan (STB).

Solusi terbaik dunia usaha di tahun 2020, terlebih setelah terjadinya wabah corona ini menurut pak Kris seperti apa, dan bagaimana kaitannya dengan perusahaan bapak sendiri ? 

Saya kira policy pemerintah sudah bagus dengan memberikan pembebasan PPH 21 kepada karyawan dengan income sampai dengan Rp 200 juta per tahun selama 6 bulan, juga kebijakan restrukturisasi kredit. LTV (Loan-To-Value) juga sudah dirubah dari uang muka 15% – 20% menjadi uang muka hanya 5% -10%, dan bunga bank sudah menurun dari 8% menjadi 6% , bahkan ada beberapa bank yang membandrol bunga dibawah 5%.

Developer sudah berkoordinasi dengan DPP-REI DKI dalam hal ini Bapak Arvin F Iskandar selaku Ketua, untuk memberikan usulan kepada pemerintah yaitu keringanan pembayaran pajak hotel dan restoran, karena bisnis ini lumayan terpukul. Juga penundaan kenaikan NJOP pada tahun ini, dan keringanan pembayaran PBB.

Ada hal lain mungkin pak yang bisa bapak sampaikan ?

Apapun keadaannya kita harus jalani dengan menomor satukan kesehatan karyawan. Tetapi bisnis ini harus berjalan dengan memperhatikan penjualan dan cash flow perusahaan. Di saat ada krisis pasti ada opportunity dan perusahaan kami sudah proven melewati krisis tahun 1998 dan tahun 2008. The show must go on !. (Asep Erwin)

About asep

Check Also

Eric : Tujuan Saat Ini, Lebih Meningkatkan Kepedulian Terhadap Customer

Sosok muda pelaku properti di Balikpapan, Kalimantan Timur, nama lengkap Frederic Gunawan, biasa di panggil …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: