Mantan Kru Garuda Pembunuh Munir Meninggal Akibat Covid-19

SUARAKU1.COM, Jakarta – Pollycarpus Budihari Priyanto, mantan kru Garuda yang bersengkongkol melakukan pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib, telah meninggal dunia akibat terpapar virus corona (Covid-19). Kabar meninggalnya Pollycarpus ini terungkap dari mantan pengacaranya, Wirawan Adnan. “Berpulang hari ini pukul 14.52,” kata Wirawan Sabtu, 17 Oktober 2020.

Seperti diketahui, aktivis HAM Munir Said Thalib dibunuh di udara dalam penerbangan dengan pesawat Garuda menuju ke Amsterdam pada 7 September 2004. Ia tewas dua jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam pukul 08.10 waktu setempat.

Hasil laporan Tim Pencari Fakta (TPF) yang dirilis KontraS menyimpulkan, terdapat sejumlah bukti materil yang menunjukkan pejabat dan karyawan Garuda bersekongkol atau terlibat dalam meninggalnya aktivis HAM Munir. Bahkan, TPF menilai kasus itu “hasil dari suatu kejahatan konspiratif”.

Dalam kasus ini Pollycarpus terbukti menggunakan surat dokumen palsu untuk mengklaim dirinya adalah kru tambahan Garuda Indonesia. Dengan surat dokumen palsu itu, Pollycarpus kemudian menumpang pesawat Garuda yang ditumpangi Munir saat transit di Singapura. Selama dalam pesawat, Pollycarpus menawari Munir kursi kelas bisnis. Belakangan, Munir diketahui meninggal dunia dalam pesawat.

Otoritas Belanda yang melakukan otopsi terhadap jenazah Munir menyimpulkan bahwa aktivis yang pernah mengurus kasus pembunuhan Marsinah tersebut dihabisi dengan racun arsenik. Namun sampai sejauh ini, otak yang mendalangi kasus pembunuhan Munir ini belum bisa diseret ke pengadilan. Sementara ini baru eksekutor lapangan saja yang bisa diadili.

Atas keterlibatnyya Pollycarpus akhirnya dihukum 14 tahun penjara di tingkat Peninjauan Kembali. Vonis ini lebih ringan dari putusan Mahkamah Agung pada 25 Januari 2008 yaitu 20 tahun penjara. Setelah mendapatkan sejumlah pemotongan hukuman, Pollycarpus bebas murni pada Agustus 2018.

Belum lama menikmati kebebasannya, Pollycarpus dikabarkan meninggal akibat terpapar Covid-19. Mantan pengacara Pollycarpus, Wirawan Adnan, mengatakan mendapatkan kabar kematian Pollycarpus dari Yosephine Hera Iswandari, istri Pollycarpus.

Wirawan mengatakan Pollycarpus meninggal karena Covid-19. Polly sudah dirawat di Rumah Sakit selama 16 hari. “Karena C19, telah 16 hari berjuang melawannya,” katanya.

About asep

Check Also

PRAJURIT PETARUNG BERUANG HITAM YONIF 9 MAR, BRIGIF 4 MAR/BS TERIMA ARAHAN DANKORMAR TERKAIT PAM IBUKOTA

SUARAKU1.COM, JAKARTA (Marinir Beruang Hitam) – Komandan Korps Marinir Mayor Jendral TNI (Mar) Suhartono, M. …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: