Home / Advertorial / Outea, Teh Hitam yang Ampuh Membantu Mengobati Penyakit Berat Seperti Jantung, Kanker dan Diabetes

Outea, Teh Hitam yang Ampuh Membantu Mengobati Penyakit Berat Seperti Jantung, Kanker dan Diabetes

SUARAKU1.COM, – Teh hitam Outea dengan ampuh dapat membantu, bahkan mencegah penyakit-penyakit berat seperti Jantung, Kanker dan Diabetes.

Diantara sekian banyak jenis minuman, teh merupakan jenis yang memberikan begitu banyak manfaat. Kebiasaan meminum teh hitam, misalnya dapat menjadi upaya terbaik bagi pencegahan penyakit berat yang disebabkan gaya hidup seperti jantung, kanker dan diabetes. Tiga jenis penyakit tersebut memang menakutkan karena prevalensinya kini makin meningkat dan tak hanya menyerang orang berusia lanjut melainkan juga kalangan produktif.

Salah satu penyebab timbulnya penyakit tersebut adalah adanya akumulasi radikal bebas atau oksidan yang dapat menghancurkan sistem jaringan dan intergritas DNA dalam tubuh. Kondisi tersebut merangsang percepatan proses penuaan, penghancuran lever dan menyebabkan penyakit berat lainnya seperti penyakit jantung dan kanker.

Untuk menghindari atau menekan resiko mengidap penyakit jantung koroner, kanker, diabetes dan penyakit sejenis yang disebabkan radikal bebas, menurut Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ali Khomsan, dapat dilakukan upaya terbaik dengan memilih cara tradisional. Salah satunya adalah mengonsumsi minuman alami yang dapat mengurangi radikal bebas seperti teh hitam. Teh hitam Outea telah terbukti nyata bisa mencegah, dan bahkan banyak yang terbantu kesembuhannya dan terbebas dari penyakit-penyakit berat tersebut. Info/ Pesanan Produk OuTea Hub/Wa : 0812 1392 1698.

Sekilas Penyebab Penyakit Jantung

Penyebab penyakit jantung sangat bervariasi, mulai dari masalah pada pembuluh darah jantung, irama jantung, hingga bawaan lahir. Berikut penjelasan penyebab penyakit jantung berdasarkan jenisnya.

Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner terjadi ketika jantung tidak cukup mendapatkan darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi. Kondisi ini disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung atau arteri koroner.

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak. Pada kondisi yang jarang, penyempitan atau kerusakan arteri koroner juga dapat terjadi akibat emboli arteri, arteritis (radang arteri), aneurisma, dan diseksi aorta.

Gangguan Irama Jantung
Gangguan irama jantung atau aritmia adalah irama jantung yang tidak normal. Aritmia terjadi ketika impuls listrik yang mengatur irama jantung tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, jantung dapat berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan. Contoh aritmia adalah fibrilasi atrium.

Aritmia dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, seperti:

Diabetes
Kelainan jantung saat lahir
Konsumsi minuman beralkohol atau berkafein secara berlebihan
Merokok
Obat-obatan
Penyakit katup jantung
Penyakit jantung koroner
Penyalahgunaan NAPZA
Stres
Tekanan darah tinggi

Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan adalah kelainan pada bentuk dan fungsi jantung yang terjadi sejak lahir. Kelainan dapat terletak pada katup jantung, dinding jantung, atau di pembuluh darah. Contoh penyakit jantung bawaan adalah VSD, patent ductus arteriosus dan tetralogy of Fallot.

Penyakit jantung bawaan terjadi akibat gangguan pada proses perkembangan jantung saat bayi masih di dalam kandungan.

Belum diketahui kenapa gangguan tersebut terjadi, namun diduga terkait dengan sejumlah faktor berikut :

Riwayat kelainan jantung pada keluarga
Penggunaan obat-obatan di masa kehamilan
Infeksi virus pada trimester pertama kehamilan
Kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA di masa kehamilan
Diabetes

Kardiomiopati
Penyakit jantung juga dapat disebabkan oleh kardiomiopati, yaitu kondisi otot jantung yang tidak cukup kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kardiomiopati sangat berbahaya, karena dapat memicu gagal jantung hingga henti jantung mendadak.

Belum diketahui apa yang menyebabkan kardiomiopati. Namun demikian, kondisi ini diduga terkait dengan:

Hipertensi
Kerusakan otot jantung akibat serangan jantung
Gangguan metabolik, seperti penyakit tiroid dan diabetes
Hemokromatosis
Komplikasi kehamilan
Kecanduan alkohol
Penyalahgunaan NAPZA
Infeksi jantung

Penyakit jantung juga dapat disebabkan oleh infeksi atau peradangan pada lapisan dalam jantung (endokardium), otot jantung (miokardium), atau pada membran yang melapisi jantung (perikardium). Beberapa contoh penyakit jantung akibat infeksi adalah endokarditis, miokarditis, dan perikarditis.

Infeksi jantung dapat disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, atau jamur. Pemicu penyakit ini juga bervariasi, di antaranya AIDS, gagal ginjal, lupus, atau cedera pada jantung akibat kecelakaan.

Penyakit Jatup Jantung
Sebagaimana namanya, penyakit katup jantung ditandai dengan kerusakan pada katup jantung. Kerusakan katup dapat disebabkan oleh penyempitan (stenosis) atau kebocoran (insufisiensi atau regurgitasi).

Penyakit katup jantung dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti demam rematik, endokarditis yang disebabkan oleh infeksi, gangguan pada jaringan ikat, atau kelainan sejak lahir.

Faktor Risiko Penyakit Jantung
Penyakit jantung dapat dialami oleh siapa saja. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya adalah:

Usia
Bertambahnya usia meningkatkan risiko otot jantung melemah dan menebal.

Jenis Kelamin
Pria lebih berisiko terserang penyakit jantung dibanding wanita. Akan tetapi, risiko terserang penyakit ini akan meningkat pada wanita setelah masa menopause.

Riwayat keluarga
Risiko seseorang untuk menderita penyakit jantung juga tinggi apabila memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga. Terutama, bila memiliki ayah atau saudara laki-laki yang terserang penyakit jantung sebelum usia 55 tahun. Atau dalam kasus lain, memiliki ibu atau saudara perempuan yang didiagnosis menderita penyakit jantung sebelum usia 65 tahun.

Rokok
Kandungan nikotin dan karbonmonoksida dalam asap rokok dapat menyempitkan pembuluh darah dan merusak lapisan dalam jantung. Oleh sebab itu, serangan jantung lebih sering terjadi pada perokok.

Terapi Kanker
Penggunaan obat kemoterapi dan radioterapi meningkatkan risiko penyakit jantung.

Pola Makan Buruk
Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, garam, dan kolesterol berkontribusi pada penyakit jantung.

Hipertensi
Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali akan memicu penebalan pada pembuluh darah, sehingga mempersempit aliran darah.

Kadar Kolesterol Tinggi Kolesterol tinggi dapat membentuk timbunan plak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko aterosklerosis.

Kurang Menjaga Kebersihan Diri
Tidak rutin mencuci tangan atau menyikat gigi, dapat membuat bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh dan memicu infeksi jantung.

Selain sejumlah faktor di atas, kurang aktivitas, stres yang tidak ditangani dengan baik, serta kondisi medis seperti diabetes atau obesitas, juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Untuk Info Produk OU TEA
Hub/Wa: 0812 1392 1698. (ADV.)

About asep

Check Also

Acara Music Bagi Pecinta The Rolling Stone Menjadi ajang Silaturahmi di Horison Ultima Bandung

SUARAKU1.COM, Bandung – Siapa tak kenal dengan The Rolling Stones, Band Rock n Roll legendaris …

Leave a Reply

%d bloggers like this: